Minggu, 04 April 2010

Menambahkan "Read More" di dalam Postingan

Sudah tidak asing lagi bagi seorang blogger profesional dengan kata-kata "read more". Namun bagi seorang pemula yang bingung dengan postingannya yang cukup panjang (termasuk saya tentunya :D) hal ini masih sangat sukar tuk diaplikasikan. Usut punya usut saya pun berkelana mencari ilmu dan informasi tentang si "read more" ini. Sudah banyak blog dan web yang saya kunjungi, disana pula terdapat beragam cara untuk menampilkan si "read more" ini ke dalam blog kita. Akhirnya setelah sekian lama saya pun berhasil mendapatkan si "read more" yang cocok dengan template saya ini. Alhamdulillah...

Singkat cerita seperti inilah ilmu "read more" yang cocok untuk template blog saya, hehe

1. silahkan log in ke blogger Anda, lalu klik "tata letak" dan klik "edit html"
2. beri tanda centang pada kotak "expand template widget"
3. copy-paste-kan kode berikut

<style>
<b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>
  span.fullpost {display:inline;}
<b:else/>
 span.fullpost {display:none;}
</b:if>
</style>
   
di atas script </head>. Agar lebih mudah, tekan ctrl + f untuk search mode

4. setelah itu copy-paste-kan kembali kode berikut

<b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>
<a expr:href='data:post.url'> Read More..</a>
</b:if>

di bawah script <data:post:body/>. Lalu klik save.

5. Langkah terakhir adalah menyisipkan script ke dalam postingan yang akan dibuat. Klik "pengaturan" lalu masuk ke bagian format. Di bagian terbawah yaitu "tempalate entri" sisipkan kode berikut

<span class="fullpost">

</span>

Klik save dan selesai.

Analoginya adalah ketika sebuah postingan akan dibuat maka kode dari langkah ke-5 tadi akan muncul di bagian "edit html". Masukkan kata-kata pertama yang akan ditampilkan sebelum kode <span class="fullpost">, dan sisanya di bawah kode tersebut lalu diakhiri dengan kode </span>. Tulisan yang berwarna merah dapat disesuaikan dengan selera.

Oke..
Gud luck..

baca selengkapnya...

Sabtu, 03 April 2010

Kabut Perpolitikan di Negeriku

Politik menjadi suatu saran yag paling efektif bagi seseorang yang ingin mencicipi indahnya menjadi penguasa di negeri ini. Dengan cara inilah seseorang bisa menjadi sangat terkenal, mungki bisa menyamai popularitas seorang selebritis. Cara yang ditempuh untuk bisa masuk ke dunia politik pun bermacam-macam. Ada yang melalui nepotisme (turun-menurun) dan ada pula yang melalui jalur parpol (partai politik). Jalur inilah yang lebih sering digunakan oleh mayoritas politikus.


Pada dasarnya pendirian sebuah parpol lebih ditujukan untuk menciptakan negara yang lebih demokratis, lebih damai, makmur, dan sejahtera. Namun dalam faktanya dilapangan, sebuah parpol lebih mengutamakan kepentingan kelompoknya dibanding kepentingan nasional. Kepentingan kelompk sangat di agung-agungkan seakan-akan ingin mencitrakan diri sebagai kelompok yang paling berkuasa di antara deretan penguasa negeri ini.

Ada suatu tradisi yang entah berawal darimana dan kapan, yaitu ketika kita ingin masuk ke dalam dunia perpolitikan melalui jalur parpol maka kita akan sangat banyak memerlukan dana. Selain untuk mempromosikan diri, ada pula dana untuk parpol. Lihat saja ketika masa kampanye anggota dewan, masing-masing calon berlomba-lomba mempromosikan diri dan dapat dipastikan dana yang dikeluarkannya pun tidaklah sedikit. Analoginya jika si calon aggota dewan terpilih, maka berpotensi mengumpulkan dana untuk mengganti dana yang telah ia gunakan sewaktu kampanye, tetapi bila ia tidak terpilih, Anda bisa tebak potensi apa yang akan timbul nantinya.

Sudah seharusnya pemikiran dan cara-cara seperti itu ditinggalkan, namun bagaimanapun juga bila hal ini sudah menjadi tradisi, akan sangat sulit untuk diubah. Bila Anda ingin membuat perpolitikan di negeri kita ini benar-benar bersih dan sehat, maka Anda harus berani masuk ke dalam kabut politik negeri ini. Berpegang teguhlah pada prinsip Anda. Pengaruhilah lingkungan Anda agar menjadi baik, namun bila terjadi hal yang sebaliknya maka Anda pun harus bersiap untuk mundur. Semua elemen pemerintahan pun harus berani mengubah tradisi tersebut karena jika tanpa faktor itu maka usaha kita pun akan sia-sia belaka.
Bagaimana dengan pandangan Anda? Apakah sejalan dengan pemikiran di atas?

baca selengkapnya...

Sabtu, 20 Maret 2010

Korupsi Untuk Rakyat Dari Pemimpin

Apa yang terlintas di benak Anda saat mendengar kata korupsi? Pasti jawabannya adalah suatu hal yang sering dilakukan oleh para pemimpin yang aniaya terhadap rakyatnya. Tapi tahukah Anda, bahwa sebenarnya korupsi bukan hanya terjadi di kalangan para pemimpi kelas atas saja, bahkan kita pernah melakukan korupsi kecil-kecilan salah satunya dengan cara memanipulasi data. Memang dampaknya tidak akan seluas dan seburuk bila dibandingkan dengan korupsi para pemimpin kelas atas di negeri ini, tetapi itu sudah lebih dari cukup bahwa korupsi bukan hanya milik pemerintah tetapi juga milik rakyat. Tapi sebenarnya, apa arti korupsi itu sendiri?

Korupsi adalah suatu tindakan memanipulasi suatu data dengan tujuan mengambil keuntungan sebesar-besarnya untuk dirinya sendiri dan menyebabkan kerugian di pihak lain. Tetapi apabila ada suatu analogi seperti ini “seorang kepala keluarga yang terbilang tidak mampu yang sedang mencari nafkah untuk keluarganya lalu dia mendapat sebuah tawaran dari temannya untuk membelikan sebuah barang dengan harga sekian, sebut saja budget yang diberikan sebesar Rp 100.000. Tanpa pikir panjang si kepala keluarga ini pun menerima tawaran tersebut. Dengan kelihaiannya dala tawar-menawar akhirnya si kepala keluarga berhasil mendapatkan barang tersebut dengan harga Rp 80.000, namun ketika dia menyerahkan barang tersebut dia bercerita bahwa harga barang tersebut melebihi dari budget yang telah diberikan. Karena merasa kasihan akhirnya si pemilik barang memberikan uang kekurangannya plus upah untuk si kepala keluarga.” Bukankah kasus di atas termasuk kasus korupsi? Bagaimana dengan dampaknya? Bukankah uang tersebut akan lebih berguna jika digunakan oleh si kepala keluarga yang memang sedang sangat membutuhkan daripada temannya? Bagaimana pendapat saudara?

Meskipun dampaknya tidak terlalu parah tetapi tetap saja hal tersebut dinamakan korupsi, sebenarnya kita pernah melakukan korupsi namun di level yang sangat rendah. Korupsi yang benar-benar dinamakan korupsi disini adalah korupsi yang menyebabkan dampak yang sangat luas, merugikan rakyat, dan dalam kisaran yang sangat banyak. Lihat saja seperti kasus yang sedang hangat di public yaitu kasus dana talangan bank century yang diduga terjadi tindakan korupsi dalam pengelolaan dana tersebut. Bayangkan saja uang senilai 6,7 triliun jika kita sedekahkan maka penulis yakin akan bisa membangkitkan potensi para pemuda dengan ide-ide kreatif untuk berwirausaha di negeri ini.

Namun kegelapan tetaplah kegelapan, meskipun seberkas cahaya masuk untuk menerangi tetapi bila kegelapan itu lebih banyak dan lebih kuat maka seberkas cahaya itu pun akan segera sirna. Dibutuhkan lebih dari seberkas cahaya untuk mengalahkan dominasi kegelapan yang pasti akan selalu ada.

Dalam beberapa sidang kasus dana century masih banyak anggota-anggota dewan yang menutup-nutupi kasus ini. Mereka merasa paling berkuasa sehingga dengan mudahnya memutar balikkan fakta serta mempermainkan opini, sehingga banyak terjadi kejanggalan dalam sidang kasus tersebut.

Lalu bagaimana kita menyikapinya? Apakah akan berdiam diri saja? Atau ikut melakukan aksi dengan menggabungkan diri ke salah satu organisasi? Lalu bagaimana jika aksi kita tidak diacuhkan? Jadi bagaimanakah seharusnya kita menyikapinya?

Semua jawabannya ada pada diri Anda sendiri., tetapi jawablah dengan hati Anda yang paling dalam sehingga Anda bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, dan jika Anda ingin korupsi di negara kita ini benar-benar lenyap dari peredaran maka penulis menyarankan agar Anda jangan melakukannya  meskipun dalam skala yang lebih rendah. Jagalah selalu kejujuran sesuai dengan kondisi. Sekian.. Wassalam..

baca selengkapnya...